LOGIKA LOKALISASI PROSTITUSI


SURABAYA, 26/10. Jalan Doli. Jalan Doli/Dolly Surabaya di kenal sebagai kawasan prostitusi terbesar di Asia Tenggara. FOTO SI/AKBAR INSANI

SURABAYA, 26/10. Jalan Doli. Jalan Doli/Dolly Surabaya di kenal sebagai kawasan prostitusi terbesar di Asia Tenggara. FOTO SI/AKBAR INSANI

Kejadian atau pemberitaan penutupan tempat prostitusi Dolly oleh Walikota Surabaya, Bu Risma sempat menjadi kontroversi dan menjadi perhatian publik masyarakat Indonesia. Kejadian itu menuai kecaman dari pihak tertentu dan ada pula yang mendukung kebijakan tersebut oleh beberapa golongan tertentu.

Kita seringkali mendengar atau bahkan mempunyai pendapat sama bahwa menutup lokalisasi atau tempat prostitusi adalah sebuah pelanggaran HAM dan hal yang sia – sia. Kita seringkali mendengar pendapat bahwa orang – orang sering mengatakan  bahwa penutupan lokalisasi itu hal yang percuma saja, karena iika para hidung belang atau permintaan pasar tetap tinggi, ya lokalisasi (praktek prostitusi) akan tetap ada.

Kita harus melihat secara jeli berpikir dan jernih. Tentu saja memang akan percuma jika kita mendefinisikan tindakan penutupan lokalisasi akan berakibat langsung dapat menghilangkan praktek prostitusi. Namun, jika kita mendefinisikan tindakan atau kebijakan itu adalah sebagai upaya untuk meminimalisir, tentu saja tidak akan percuma. Continue reading