MALAM PERTAMA RAMADHAN


Masih terekam jelas, di malam pertama Ramadhan tahun lalu.
Pemandangan yang tak biasanya. Waktu menjelang isya, masjid yang biasanya sepi, kali ini menjadi ramai. Sangat ramai. Hingga yang biasanya kita dapatkan shaf depan dengan mudah, kali ini harus mengalah di barisan jauh ke belakang, penuh sesak.
Sebelum hadir di masjid pun, kita bisa lihat, orang – orang ramai berjalan kaki, berbondong – bondong datang ke masjid. Bahkan melebihi dari yang biasanya. Berpakaian rapi lengkap “seragam masjid”. Tak kalah dengan para muslimahnya pun sudah mengenakan mukena, tertutup auratnya, bahkan sejak awal berangkat dari tempat tinggalnya.
Bahkan setelah tarawih, tak sedikit yang masih bertahan di masjid guna melantunkan Kallamullah hingga satu , dua atau bahkan ber juz – juz.
Subuh di masjid pun, sama. Dari hari yang biasanya tak melebihi satu atau dua shaf, kini penuh, hingga ada yang terpaksa menggelar sajadahnya di dekat tempat wudhu.
Itulah hari dan malam pertama Ramadhan. Sungguh indah.
Namun, apakah kita akan terus temui suasana seperti ini, jika Ramadhan sudah usai?
Kita bisa ingat kembali salah satu fenomena di masjid. Semoga saja kita bukanlah termasuk jamaah “dadakan” sholat isya di masjid, hanya karna mengikuti euforia tarawih di bulan Ramadhan. Hanya terbawa euforia, atmosfer Ramadhan. Walaupun tak bisa dinilai buruk. Walalupun itu masih lebih baik daripada tidak sama sekali.
Oh Allah, hidayahMu memang tak ternilai.
Apakah benar , kita ini benar – benar bahagia menyambut Ramadhan?
Apakah benar, kita ini benar – benar, saat itu sudah mempersiapkan untuk menyambut Ramadhan tiba? Ataukah justru hanya tersibukan dengan hitungan mundur tiba harinya Ramadhan saja? “Ramadhan 2 hari lagi, Ramadhan 1 hari lagi”. Hingga lupa apa yang seharusnya disiapkan saat itu?
Coba kita ingat – ingat kembali kualitas Ramadhan kita tahun lalu? Apakah akan sama di tahun ini? Atau justru akan lebih buruk?
Oh.. Allah… Ampuni hamba jika ada sisi kemunafikan dalam diri. Sisi yang berpura – pura beriman kepadaMu, sisi berpura – pura mencintai RamadhanMu.
Oh…Allah… Jadikan Hamba di Ramadhan ini, yang hanya benar – benar mencari Ridhomu dan AmpunMu. Tidak hanya terbawa euforia semu.
Oh… Allah… Jadikan bulan yang lainnya seperti Ramadhan bagiku, hari lainnya hari Ramadhan bagiku, malam di bulan lainnya seperti malam pertama Ramadhan bagiku. Yang disitu aku merasa lebih dekat denganMu, dan Dirimu lebih dekat denganKu. Walaupun sebenarnya, setiap saat Dirimu lebih dekat dari urat leherku. Yang tak pernah mengantuk dan yang tak pernah tertidur. Selalu melihatku.
Oh… Allah… segala puji bagi Engkau masih memberikanku umur untuk bertemu dengan RamadhanMu. Takkan ku sia – siakan kesempatan ini.
Oh.. Allah… Jangan jadikan Ramadhan ini yang terakhir bagiku.

2014 in review


The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2014 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 16,000 times in 2014. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 6 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

“BAK MANDI ANTI NYAMUK” SEBAGAI ALTERNATIF BARU UNTUK PENGENDALIAN PERKEMBANG BIAKKAN VEKTOR NYAMUK


  1. Latar Belakang
    1. Gambaran Penyebaran Angka Kesakitan Akibat Vektor Nyamuk

Demam Berdarah Dengue  merupakan masalah kesehatan utama di Jawa tengah khususnya kota Semarang. Berdasarkan angka kesakitannya dari 2008 sampai 2009, DBD kota Semarang masih menduduki peringkat pertama di Jawa Tengah. Pada 2009 angka kesakitan DBD kota Semarang mengalami penurunan menjadi 261. Kendati begitu tetap tak merubah posisi peringkat pertama tertinggi di Jateng  mengingat angka kesakitannya pun menurun menjadi 35. Sementara untuk Jateng turun menjadi 55. (Suara Merdeka, 2010).

Berdasarkan data yang telah dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa penyebaran virus Dengue masih luas dan belum bisa ditemukan alternatif yang paling jitu untuk menurunkan angka kesakitan DBD. Data tersebut adalah hanya menjelaskan pada daerah kota Semarang provinsi Jawa Tengah saja, belum kepada data penderita atau angka kesakitan DBD di seluruh Indonesia. Penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini, dari tahun ke tahun angka kesakitannya masih saja tinggi. Korban yang meninggalpun masih ada setiap tahunnya. Jumlah kasus DBD di Semarang sendiri pada 2009 mengalami peningkatan. Jika pada 2009 jumlah penderita DBD sebanyak 3883 orang pada 2010 naik menjadi 4642 kasus. Faktor lingkungan berupa sarang nyamuk, genangan air jernih, semak-semak, sampah dan kaleng besar membawa pengaruh terbesar pada angka kejadian.  (Suara Merdeka, 2010). Continue reading

“BAK MANDI ANTI NYAMUK” SEBAGAI ALTERNATIF BARU UNTUK PENGENDALIAN PERKEMBANG BIAKKAN VEKTOR NYAMUK


Latar Belakang

Gambaran Penyebaran Angka Kesakitan Akibat Vektor Nyamuk

Demam Berdarah Dengue  merupakan masalah kesehatan utama di Jawa tengah khususnya kota Semarang. Berdasarkan angka kesakitannya dari 2008 sampai 2009, DBD kota Semarang masih menduduki peringkat pertama di Jawa Tengah. Pada 2009 angka kesakitan DBD kota Semarang mengalami penurunan menjadi 261. Kendati begitu tetap tak merubah posisi peringkat pertama tertinggi di Jateng  mengingat angka kesakitannya pun menurun menjadi 35. Sementara untuk Jateng turun menjadi 55. (Suara Merdeka, 2010).

Berdasarkan data yang telah dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa penyebaran virus Dengue masih luas dan belum bisa ditemukan alternatif yang paling jitu untuk menurunkan angka kesakitan DBD. Data tersebut adalah hanya menjelaskan pada daerah kota Semarang provinsi Jawa Tengah saja, belum kepada data penderita atau angka kesakitan DBD di seluruh Indonesia. Penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini, dari tahun ke tahun angka kesakitannya masih saja tinggi. Korban yang meninggalpun masih ada setiap tahunnya. Jumlah kasus DBD di Semarang sendiri pada 2009 mengalami peningkatan. Jika pada 2009 jumlah penderita DBD sebanyak 3883 orang pada 2010 naik menjadi 4642 kasus. Faktor lingkungan berupa sarang nyamuk, genangan air jernih, semak-semak, sampah dan kaleng besar membawa pengaruh terbesar pada angka kejadian.  (Suara Merdeka, 2010). Continue reading

Sketch


Dari kecil hingga sekarang, memang hobi utamaku adalah menggambar. Dari menggambar dengan tangan hingga desain grafis. Namun, yang paling aku suka adalah yang handmade. Sangat terasa orisinalitasannya, detail di setiap goresannya, menangkap imajinasinya…Dan sketch wajah yang paling aku suka. Semakin mirip aslinya, semakin aku puas. Ya, walaupun masih amatir hehe. Dan sekarang Alhamdulillah hobiku ini bisa kujadikan penghasilan untuk menambah uang saku kuliah.n_n  Continue reading


2012 in review


The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 5,100 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 9 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

Poster Promosi Kesehatan


Ini beberapa desain – desain poster yang ku buat saat KKN. Silahkan di download barangkali bisa bermanfaat. n_n

 

Download 1

Download 2

Download 3

Download 4