HAK PREROGATIFE DEKAN DALAM MEMILIH PEMBANTU DEKAN SUDAH TERCATAT DI STATUTA


Ini artikel sudah lama sebenernya, tepatnya sekita bulan Juni 2011. Ini artikel berita untuk buletin kampus (maklum mantan reporter kampus hehe). Sengaja diposting buat ngramein blog aja, n_n

Berdasarkan berita acara penjaringan calon Pembantu Dekan FKM UNDIP periode 2011 – 2015, pada tanggal 9 Mei  telah dikumpulkan form kesediaan menjadi Balon (Bakal Calon) Pembantu Dekan yang ditujukan 31 dosen FKM yang memenuhi kriteria. Selanjutnya, dilakukan rekapitulasi Balon sesuai Bidang, yang menghasilkan 7 nama dosen yang bersedia, antara lain: Bagus Wijanarko, dr., MPH, Bina Kurniawan, SKM, Mkes., Martha Irene K., dr., MSc., PhD., Nurendah W., Dra., MS, DR., Priyadi Nugraha, SKM, Mkes., Siti Fatimah, dr., Mkes., Suyatno,Ir., Mkes. Rapat Senat yang semula diketuai oleh Priyadi Nugraha, SKM, Mkes saat itu diambil alih oleh Dekan FKM langsung karena Dosen dari bagian PKIP itu termasuk dalam daftar Balon PD. Hasil Balon PD dibawa ke Rapat Senat Fakultas untuk dipilih dan diputuskan oleh Dekan dan selanjutnya diusulkan ke Rektor.

Pada mekanisme maupun proses pemilihan PD tersebut terdapat isu tentang hak prerogatife atau hak khusus Dekan FKM dalam memilih Pembantu Dekan yang dilaksanakan pada Rapat Senat tanggal 10 Mei kemarin. Menurut Peraturan UNDIP No. 1 Tahun 2010 paragraf Pembantu Dekan pasal 22, menyimpulkan bahwasanya pemilihan dan pertimbangan calon Pembantu Dekan berdasarkan rapat Senat Fakultas dan diputuskan melalui pemungutan suara dari anggota Senat Fakultas dengan ketentuan setiap anggota mempunyai satu hak suara untuk satu nama calon Pembantu Dekan. Di dalam Peraturan tersebut juga tidak ada yang menyebutkan adanya hak prerogratife Dekan untuk memilih PD, semuanya berdasarkan keputusan bersama di rapat Senat Fakultas.

Hal ini juga di keluhkan oleh Ketua Senat Mahasiswa FKM, Ilma Rahmawati. “Hak prerogatife pernah terjadi di salah satu fakultas di UNDIP, yaitu Fakultas Hukum. Tapi kondisinya berbeda karena di Fakultas Hukum hanya ada satu nama calon PD dari masing – masing bidang dan mekanismenya sesuai. Dengan atau tanpa hak khusus pun sama saja”. Tutur Ilma saat diwawancarai (7/6). Ilma juga menuturkan bahwa mahasiswa tidak mempermasalahkan jika tidak mempunyai hak suara karena memang di peraturannya tidak ada, tetapi setidaknya tidak terkesan tertutup dan eksklusif. Implementasi Pakta Integritas pada poin melibatkan mahasiswa dalam pemilihan PD3 yang ditanda tangani tiga calon Dekan FKM pada acara penyampaian visi misi calon dekan 30 Agustus pun dirasa sangat kurang berhasil, karena pada pemilihan PD terkesan tertutup dan aspirasi mahasiswa kurang tersampaikan. “Seperti di MIPA, kabarnya difasilitasi kamera CCTV dan mahasiswa bisa melihat prosesnya sehingga tidak terkesan tertutup dan fair”, Tambah Ilma mengemukakan (7/6).

Menurut Dra. VG Tinuk Istiarti, MKes selaku Dekan FKM UNDIP langsung membantah isu tersebut. Pada saat diwawancarai (13/6), beliau menuturkan bahwa beberapa fakultas di UNDIP sudah menyepakati adanya hak prerogatife pada pemilihan PD. Hak prerogatife ini dilakukan sebagai wujud untuk kepentingan bersama atau civitas. “Ibaratnya, jika Saya punya suami atau pacar, dan saya dipilihkan orang lain, apakah saya bisa hidup bersama? Itu yang seharusnya dimengerti mahasiswa.” Tutur Dekan FKM saat diwawancarai (13/6). Beliau juga menuturkan bahwa hak prerogatife tersebut sudah diatur dalam statuta yang sudah disahkan oleh Rektor UNDIP tapi masih dalam penyempurnaan. “Mahasiswa juga tidak mempermasalahkan tentang tata cara pemilihan PD”, kata Bu Tinuk sambil menunjukan bukti nama dan tanda tangan beberapa mahasiswa dari Senat, BEM, dan UKK yang tertulis pada tanggal 9 Mei di buku catatan Beliau.

Sedikit menyinggung tentang pertimbangan Calon Pembantu Dekan yang sudah terpilih. Bu Tinuk mengemukakan bahwa dalam memilih Calon PD, beliau mempertimbangkan kelayakan, kepatutan, kompetensi, loyal, kejujuran, dan mempunyai visi misi yang bisa diartikan sama dengan Beliau yang menjadi salah satu prasyarat. Dan di dalam memilih calon Pembantu Dekan juga berdasarkan pertimbangan dari kumpulan aspirasi civitas akademika FKM UNDIP. “Memilih PD pun itu berdasarkan masukan bersama, bukan semena – mena Saya”, tambah Bu Dekan (13/6). Berikut adalah nama calon PD yang sudah terpilih antara lain, Bagus Wijanarko, dr., MPH sebagai calon PD I, Siti Fatimah, dr., Mkes sebagai  calon PD II dan Suyatno,Ir., Mkes sebagai calon PD III. Nama – nama tersebut belum disahkan dan masih dalam tahap diusulkan ke Rektor. (Abi)

NB: Statuta yang dimaksud sampai sekarang belum kutemui wujudnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s