MAN PARKING ULTIMATUM


“ANAK TERKUTUK”
-CHAPTER 2-

“Krriiiiiinnnngggg…”, HP ku berdering.
Saat itu aku sedang bersantai di kos, aku duduk sambil menonton TV dengan masih berseragam  lengkap sholat jum’at. Kulihat nama yang tertera di Hpku adalah salah satu karyawan dari bagian di kampusku.

“Bi..posisi dimana?”,kata karyawan tersebut terdengar  di HP
“Di kos mas, ada apa?”, kataku
“Bisa ke parkiran kampus gak sekarang?? Kamu upload foto itu di grup Facebook Kemahasiswaan ya?. Ini sekarang orang di foto itu minta kamu kesini sekarang. Dia gak terima dengan perlakuan kamu! Bisa gak? Kalau gak bisa, kita yang kekosmu!”
Aku sedikit kaget membisu sejenak…
“oh, iya mas saya aja yang kesana, makasih mas”, kataku. Dan telponpun diputus.

Aku yang masih berseragam mesjid, segera berganti dan berangkat bersama satu orang temanku menuju kekampus, tepatnya pos parkiran yang menjadi sumber dari segalanya itu.

Mungkin pembaca bingung kenapa karyawan itu sampai menelponku, menyuruh aku menghadapnya? Apa masalahnya? Sebenarnya foto yang seperti apa yang dimaksud? Dan kenapa orang yang ada di foto tersebut sampai merasa tidak terima? Ok. Aku jelaskan.

Untuk fotonya, maaf. Tak bisa ku upload karena menyangkut nama baik seseorang yang ada di foto tersebut. Yang jelas, foto itu tergambar seseorang berjenis kelamin pria (tukang parkir kampusku) tertangkap kamera, sambil jongkok,  sedang menggembesi ban motor milik mahasiswa. Foto itu diambil dengan angle  bagian belakang orang tersebut. Jadi yang terlihat hanya punggung dan sekitarnya, wajahnya sama sekali tidak terlihat.
Foto itu kudapat dari salah satu grup di Facebookku. Aku mungkin bisa dibilang termasuk “aktivis” facebook. (hehe) sehingga hampir tahu update di timeline – timeline dari banyak grup yang ku join.
Foto tersebut jelas asli bukan aku yang capture. Foto tersebut diambil oleh salah satu temanku dikampus (tak bisa kusebutkan namanya). Entah dengan alasan atau intrik apa, dia foto tukang parkir tersebut dan pas sekali moment yang didapat, menggembesin ban motor!. Dan akhirnya, entah setan atau malaikat yang masuk pikiranku, aku langsung share di grup FB kampus.
Lah? Kok tukang parkir bisa sampe gembesin motor orang? Lagi iseng gak da kerjaan atau gimana?
Enggak..sebenarnya yang dilakukan tukang parkir itu adalah sebagai solusi untuk membuat “kapok” mahasiswa atau pengguna motor yang parkir sembarangan. Akupun tak tahu kebijakan darimana itu berasal.
Sebenarnya “kebijakan” tukang parkir itu sudah lama semenjak saya posting tulisan ini di blogku. Yang menjadi permasalahan adalah tak ada yang berani menanyakan apalagi menegur. Mahasiswa yang notabene menjadi “korban” banyak yang geram disebabkan tindakan tersebut. Karena mahasiswa harus menuntun motor kempesnya ke tukang tambal ban terdekat. Sebenarnya tidak hanya menggembesi ban motor, menurut pengakuan salah satu mahasiswa, helm pun turut diumpetin demi membuat efek “jera”. Namun, yang aku tanyakan apakah itu solusi? Atau justru menambah masalah?

Bayangkan jika ada mahasiswa yang misalnya sedang terburu –buru karena ibunya atau keluarganya akan dioperasi di RS, dan ternyata dia menemukan ban motornya kempes walaupun dia memang awalnya salah karena parkir sembarangan. Akhirnya dia harus mendorong motornya menuju tukang tambal ban terdekat. Pas dia sudah siap melanjutkan perjalanan ternyata dia mendapat telpon atau pemberitahuan bahwa ibu atau keluarganya tersebut meninggal.  Gimana? Kan gak lucu jika itu memang benar – benar terjadi. Bisa saja contoh cerita yang di dramatisir itu benar – benar terjadi.
Dan apa yang dilakukan mahasiswa tersebut? Bisa saja dia dendam, dan akhirnya akan mencari yang menggembesi motornya, lalu bisa saja terjadi hal kriminal. Niatnya memberikan solusi, justru menambah masalah.

Yah..si penulispun juga tak luput, pernah menjadi korban “kebijakan” itu. Walaupun akhirnya tidak ada yang meninggal, namun hanya menuntun motor kempes dari kampus menuju kos yang jaraknya lumayan jauh sekitar + 10 Km di siang hari yang terik. Huh… lumayan itu.
Ok, kembali lagi ke cerita ngadep tukang parkir tadi.

Sampai di parkiran kampus. Kali ini aku memperhatikan parkir motorku agar tidak sembarangan.
Aku berjalan menuju pos satpam karena terlihat orang yang tadi menelponku.
Terlihat banyak mas – mas karyawan lain yang berkumpul disitu.
“tak biasanya pos satpam rame..ini sengaja, atau kebetulan habis sholat jum’at?” benakku.
Terlihat juga ada satu orang yang belum pernah kulihat sebelumnya.
Terlihat pandangan – pandangan gak suka mengatmosfir.
“mas, gimana mas?” tanyaku sambil berjabat tangan dengan orang yang menelponku. Tak lupa kau cengangas – cengenges gak jelas untuk mencairkan suasana.
Sambil senyum kecut orang itu bilang sambil menunjuk salah satu orang, “ Itu loh, ngomong wae langsung ke orangnya”. Katanya.
Aku pun mengulangi tindakanku tadi kepada tukang parkir yang ditunjuk. Sambil mengajak berjabat tangan dan cengangas – cengenges gak jelas.
“iya mas saya Abi, gimana mas? Ada apa?”. Kataku.
Sambil agak terbata – bata dia bilang,
”Kamu itu maunya apa? Mau mencemarkan nama baik saya atau gimana??!”
“Nggak mas, mohon maaf sebelumnya jika aku salah, tapi maksudku gak ingin mencemarkan nama baik. Tapi ingin tahu respon dari coment – coment temen – temen di grup. Lagian kan fotonya gak kelihatan mukanya mas”, kataku
Nampaknya tukang parkir itu sangat sekali dengan kelakuanku itu.
“Gak kelihatan gimana? Tapi ya walaupun gak kelihatan tetep aja ketahuan itu aku.”
aku masih meragukan statementnya itu, buktinya aku juga baru tahu kalau di foto itu dia orangnya.hehe
lalu dia melanjutkan,
“ trus gak gitu caranya!.. pokok-e, jika foto itu sampai ketahuan Pak ***** (PD 3), sama Bu ***** (Dekan), dan aku keluar dari kampus (Red= dipecat), Abi sing tak goleki!!!!, nanti kelulusanmu tak angeli! ”,
“lah…macam mana tukang parkir bisa menggagalkan kelulusanku?..jangankan tukang parkir, dekan aja pernah aku protes??” benakku.
Aku diam sejenak, berusaha tidak terpancing emosi.
“Yo silahkan mas cari saya, aku masih disini kok”. (cengangas – cengenges)
lalu dia melanjutkan lagi,
“Nek misale fotomu (sambil menunjukan fotoku di Hpnya-mungkin dari FBku-) aku masukkin di *&@### gimana?”, katanya. Tak jelas terdengar dimasukan kemana yang dia maksud.
Lalu orang yang menelpon aku tadi yang kebetulan duduk di sampingku ikut nimbrung.
“Nek dadi aku, gak cuma foto, nyawa sekalian!!” katanya.
Terdengar jelas di telingaku. Namun aku tak begitu paham dengan statementnya. Yang aku pahami nyawaku juga diancam. Itu hanya gertakan atau ancaman beneran. Tak tahulah aku.
Lalu aku berkomentar,
“Ya ini temen – temen mahasiswa pada ngeluh mas, karena digembesin motornya, kenapa sampe digembesin toh mas?” tanyaku pada tukang parkir tadi, berusaha mengalihkan suasana.
“Yo, mahasiswane udah dibilangin dari tahun lalu tetep aja parkirnya sembarangan, sekarang walaupun udah ada tempat parkir (lapangan futsal) tetep aja sembarangan! Dasar mahasiswane wae sing ndableg!!”
“ada benernya juga dengan apa yang Tukang Parkir bilang”, benakku.
“Ya mungkin gak cukup dibilangin mas, lagian kan mahasiswanya banyak..jadi ya gak bakal tahu semuanya…lagian juga yang namanya orang kan dikandani satu atau dua kali pasti besoknya  yo lali” kataku berusaha membela mahasiswa.
“Lagian yang moto bukan aku loh mas.” Tambahku.
“Lah terus sopo?? Kata tukang parkir
“Gak tahu mas…”
“Pokok-e kowe goleki sing moto, dikon ngadep neng aku!”
“ok mas siap.” Jawabku. (cengangas – cengenges)
Lalu aku bilang,
“Yowis gini aja mas, nanti saya bikin spanduk, duitnya dari saya aja, biar mahasiswanya tahu gitu. Kira – kira tulisannya apa mas?” kataku sambil mengeluarkan catatan dan pulpen. Berusaha mengalihkan perhatian lagi.
Sambil tukang parkir itu bilang apa – apa yang dicantumkan di spanduk nanti, aku mencatat.
Singkat cerita. Aku meminta maaf lagi ke tukang parkirnya dan aku salamin (jabat tangan) semua mas – mas yang ada disekitar pos satpam itu. Masih terlihat mata – mata yang gak suka, namun aku cuek saja dengan cengangas – cengenges.
Yah…semoga terdapat pelajaran baik untuk kita aku dan kita semua.

2 thoughts on “MAN PARKING ULTIMATUM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s