EARTH DEFENDER


Bumi merupakan tempat tinggal makhluk hidup yang sangat indah dan lengkap. Bumi merupakan satu – satunya planet yang bisa ditinggali makhluk hidup di seantero jagad ini. Bumi mempunyai “tools” yang lengkap untuk mendukung makhluk – makhluk hidup.  Hewan dan tumbuhan hidup sejahtera dengan ekosistem dan dalam siklus rantai makanan masing – masing. Namun semenjak anak cucu nabi Adam mendominasi populasi di bumi, keseimbangan mulai terganggu.
Mulai dari foging besar – besaran untuk keperluan sandang manusia. Dibangun perumahan, mall, toserba, gedung – gedung dan lain – lain yang sering kali tidak diganti dengan menanam tanaman pengganti. Habitat hewan alami pun dirusak untuk dibangun rumah – rumah. Hewan – hewan diburu untuk kesenangan dan gengsi saja, dibunuh untuk pakaian, sabuk dan lain – lain yang seringkali manusia tidak memperhatikan siklus rantai makanan yang nantinya akan berdampak ke manusia sendiri.
“Kita manusia harus bertanggung jawab karena kita sendiri yang merusak keseimbangan di bumi ini. Ingat, bumi tidak hanya untuk manusia tetapi untuk tumbuhan, hewan dan makhluk hidup yang lainnya. Kita yang bertanggung jawab untuk memperbaiki dan menjaga serta mengembangkan karena kita yang satu – satunya makhluk berakal di bumi ini.”
Begitulah kalimat pembuka yang Aku sampaikan pada mahasiswa komunitas peduli bumi “Atmosphere” yang sedang mengadakan Upgrading di daerah Limut Boja Kendal.
Aku berusaha memotivasi sekumpulan mahasiswa ini agar terbuka pikirannya “melek” terhadap realita kelakuan manusia terhadap bumi tempat tinggal mereka sendiri. Aku berusaha agar mereka menjadi pioneer – pioneer earth defender yang siap menerapkan inovasi – inovasi cerdas untuk menolong bumi kita ini. Saya pribadi bangga mereka berani untuk tidak menerima dana yang berbelit – belit dari fakultas seperti yang diharapkan dari unit kegiatan kemahasiswaan kebanyakan ini. Mereka sekelompok orang yang masih peduli dengan bergerak, menyuarakan, dan beraksi nyata untuk menyelamatkan bumi mereka dengan mandiri.
Saya terlintas terpikir sejenak. Bukanlah sekelompok orang dari kita yang peduli dengan bumi, bukan beberapa orang yang peduli. Namun sudah sepatutnya kita semua atas nama manusia yang  harus peduli dengan bumi tempat tinggal kita, tidak hanya mengeruk dan memakan hasil dari kekayaan alam dengan rakus.
“Lalu apa sebenarnya tugas manusia untuk bumi?”
Kalimat pertanyaan yang aku lontarkan kepada mahasiswa – mahasiswa ini yang kebanyakan mereka terdiam.
Maka aku jawab dengan singkat. “menjadi khalifah di bumi”
Ketika manusia hendak dijadikan Khalifah di bumi oleh Tuhan, sang malaikat sempat heran mempertanyakan kenapa harus manusia yang menjadi khalifah di bumi? Bukan malaikat yang menjadi khalifah di bumi karena seyogyanya mereka lebih patuh terhadap Tuhan. Malaikat menilai manusia justru lebih banyak berbuat kerusakan dibandingkan perbaikan – perbaikan di bumi. Namun Tuhan berkehendak lain, Tuhan hanya berfirman bahwa Dia lebih tahu apa yang tidak malaikat ketahui (Q.S: 2:30).
Jadi Tuhan sudah mempercayakan kepada kita manusia untuk menjadi khalifah di bumi ini. Dan sudah semestinya kita paham hakikat manusia untuk bumi adalah menjadi Khalifah bumi bukan perusak bumi, dan tugas khalifah ini adalah amanat atau titipan kepada kita agar senantiasa dijaga dengan segala kemampuan kita.
“Lalu, apakah kalian akan menjadi generasi perusak atau generasi Khalifah?” tanyaku pada peserta.
Dan diakhir acara aku suruh para mahasiswa untuk menuliskan rencana atau plan action mereka untuk menyelematkan bumi. Aku minta agar kertas itu ditempel di pintu kamar mereka masing – masing agar mereka selalu ingat akan janji mereka terhadap bumi.

download pptnya disini

Oleh Hikmatyar R.A 9 April 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s