INI AIBKU AGAR KAU BERHENTI MERENGEK


Dahulu..kau tahu? Aku tumbuh di keluarga yang memberiku traumatik, aku besar di lingkungan rumah penuh traumatik, dan dari kecil hingga besar di sekolah pun teman – teman yang ku anggap teman itu, setiap hari memberiku terapi traumatik. Sehingga sekarang, kudapatkan sebagian karakter penuh hitam legam akibat proses penuh traumatik. Mungkin hitam itu salah satunya sering kau dengar dengan kata “Pendendam”. Ya, dendam karena ku bisa belajar dari setiap pelajaran. Pelajaran dengan hasil “aku tak mau lagi seperti itu!”

Sebenarnya ini aib. Namun karena kau terus merengek, maka ku beri tahu saja. Agar kau berhenti. Aku terusik.

Kepercayaan di pundakku kau nodai sendiri tanpa memberiku aba-aba agar ku bisa menahannya. Kini jangan salahkan aku jika aku diam menghilang. Aku menghilang sementara, agar api ini tidak membesar. Api yang kau sulut – sulut terus sampai dengan wudhlu pun tak mempan. Aku tak mengutuk keadaan, tapi keadaan yg sudah mengutukku. Menjadi seperti ini.

Mungkin kau anggap aku egois? Salah…aku sedang membela diri.

Mungkin aku belum “berkaca”? salah. 5 kali sehari ku “berkaca”.

Kau menuduhku? silahkan. Tapi jangan salahkan aku jika aku makin menjauh.

Memang benar, aku sendiripun merasa tak pantas menopang kepercayaan ini. Aku tak banyak baca buku – buku sempurna itu, aku pun banyak tak paham dengan istilah – istilah sempurna itu. Tapi apalah gunanya banyak tahu tapi tak mampu melakukan bak orang tak tahu?

Ya, aku memang dulu dari golongan yang mungkin kau pandang sebelah mata. Tapi ingat Nabimu sendiri yang berkata “Alloh tidak menilai bentuk atau penampilanmu, tapi Alloh menilai hatimu”. Dan ingat? jangan salahkan aku karena kalian sendiri yang memilih aku. Aku tak meminta itu.

Sebenarnya aku takkan bisa begini, jika kau tak menyulut api yang sudah redup. Butuh rasa sakit untuk meredupkannya kembali. Redup kau sulut lagi, redup kau sulut lagi. Hingga dada ini sangat sesak muak menahan. Sangat tidak enak. Dan kau tahu siapa yang menyulut? Ya itu Kau. Kau merasa? mungkin tidak.

Ada asap ada api. Coba kau matikan dulu apinya sebelum kau hilangkan asapnya. Berkacalah.

Minta maaf? terlambat. Tiap malam sudah ku maafkan orang – orang yang menancapkan paku di jantungku hari itu. Namun, walau paku itu telah kucabut, tetap meninggalkan bekas. Jangan kau sekali – kali mengorek – ngorek bekas itu. Ku kecam kau.

Apa kau ingin merasakannya? Kurasa kau sudah pernah menangis akibatnya.

Ku menghilang pula bukan ku tak peduli. Tapi untuk kau. Agar kau sadar, tanpa ku banyak berkata. Agar kau menemukan salahmu sendiri. Agar kau mengerti perkataan Nabi yang berbunyi “Muslim yang terbaik adalah muslim yang tangan dan lidahnya tidak menyakiti muslim yang lain”.

Jika kau tak mengerti? atau tak mampu menahan lidahmu? Maka diam sajalah. Apalagi diam itu emas, kata Nabimu. Jika kau sudah mengerti? cukup aku saja yang pernah seperti ini.Tenang…prahara kau, sudah kuanggap ujian bagiku.

One thought on “INI AIBKU AGAR KAU BERHENTI MERENGEK

  1. Bismillah…
    iseng2 sempat membuka fbnya Abhy Hikmatyar, lalu menemukan posting yang ada link di blog ini..
    what should I say???
    sepertinya mulai mengerti arah postingan di atas ini. (bukan bermaksud sok tahu)
    tak ada nasihat yang secara pasti saya sampaikan, takut menggurui, hanya bisa berucap istighfar atas semua yang terjadi & apa yang ‘Abhy’ tulis di atas ini.
    Jika memang pintu maaf sudah dibukakan..maka ikhlaskan..
    dan akan lebih baik jika menjadi ‘pembelajar’ daripada menjadi ‘pendendam’…
    ‘diam’ memang baik, tapi terkadang orang tak mengerti akan ke’diam’an kita, jadi perlu dikomunikasikan, jika menyakitkan berkomunikasi dengan ‘pembuat’ api prahara itu, pasti ada orang yang dipercaya untuk menjadi penengahnya..
    Dan jika dirasa tulisan di atas ini agar orang tadi berhenti merengek, maka beritahukanlah bahwa ‘Abhy’ sudah menuliskan pesan ini..
    agar tak ada lagi prasangka2 dan keadaan yang makin memburuk..
    dan agar tidak ada lagi kata2 ‘agar kamu merasakan apa yang kurasakan’

    afwan jiddan untuk masukan ini, mudah2an bisa diterima dengan hati yang lapang..
    Sorry for every mistakes I made..

    mudah2an rekayasa yg direncanakan membawa perubahan yg lebih baik & kedamaian utk semuanya, dtgu press conferenceY, ^.^v

    from: Peace Lover

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s